Aeroponik adalah cara bercocok tanam dimana oksigen ditambahakan ke dalam larutan unsur hara, sehingga memungkinkan perakaran menyerap unsur hara dengan cepat dan mudah. Teknik ini menghasilkan tanam yang tumbuh lebih cepat dah produksi yang tinggi.
Aeroponik merupakan salah satu cara budidaya tanaman hidroponik.
Kalau dilihat dari kata-kata penyusunnya, yaitu terdiri dari Aero + Phonic. Aero berarti udara, phonik artinya cara budidaya, arti secara harafiah cara bercocok tanam di udara, atau bercocok tanam dengan system pengkabutan, dimana akar tanamannya menggantung di udara tanpa media (misalkan tanah), dan kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan cara spraying ke akarnya.
Beberapa alasan menggunakan system aeroponik adalah sebagai berikut :
Mengurangi ketergantungan ketersediaan tanah dan tidak dibutuhkan rotasi lahan. Dengan system ini setiap saat kita bisa menanam, yang akhirnya setiap hari bisa memanen.
Dengan aeroponik dipastikan bisa menanam sepanjang musim
Ketersediaan nutrisi tanaman terjamin setiap saat, sehingga pertumbuhannya bisa optimal, bahkan maksimal. Pada komoditi tertentu bahkan bisa diperpendek umur panen dengan kualitas yang sama.
Tidak terlalu membutuhkan tenaga kerja yang banyak, sehingga menjamin efisiensi tenaga kerja.
Hasil yang diperoleh merupakan produk yang bersih (tidak memerlukan pencucian), sehat (selama proses budidaya tidak menggunakan pestisida, karena ditanam di dalam green house).
Karena dipanen umur muda, daging sayur terasa lebih renyah daripada sayur hasil penanaman di tanah.
2 kelompok besar berdasarkan kecocokan tanaman terhadap mikroklimat/ketinggian lahan (yang bisa digunakan aeroponik), yaitu :
Kelompok sayuran dataran tinggi, meliputi :
a. Golongan selada (lettuce): selada keriting, romaine, butterhead, batavia, lollorossab.
Golongan Chinese vegetables: pakcoy, petsay, caisim, kalian, siomakc.
Golongan lainnya: kangkung, bayam, horenzo (bayam Jepang)
2. Kelompok sayuran dataran rendah meliputi ;
a. Golongan Chinese vegetables: pakcoy, caisimb.
Golongan lain: kangkung, bayam
Pemilihan komoditi juga berdasarkan kebutuhan konsumen. Sebenarnya system aeroponik juga bisa digunakan untuk budidaya tanaman hias dan komoditi lainnya. Yang pernah dicoba adalah budidaya kentang (untuk memperoleh jumlah benih kentang yang banyak dan seragam) dan anthurium “wave of love”. Intinya pemilihan komoditi harus punya nilai jual yang tinggi supaya biaya operasional tertutup.
pada umumnya sayuran yang dapata diusahakan dengan cara aeroponik adalah sayuran daun.
http://aeroponik-leo.blogspot.com/2009/01/aeroponik-merupakan-salah-satu-cara.html
2 komentar:
trimakasih untuk infonya.. ;D
sama - sama :)
Posting Komentar